Jannah: Islam Membuatku Nyaman

KisahMuallaf.com – Jannah lahir dan besar di Jersey City. Orang tuanya berasal dari Kolombia dan Italia. Sedari kecil memang, ia dikenalkan tradisi Kristen. Namun, pergaulannya membuat ia menyadari bahwa agama bukanlah prioritas untuknya saat ini.

“Tapi, aku mulai mencari tahu tentang Islam di internet. Lalu ketemulah, laman whyIslam, yang menurutku menawarkan informasi yang cukup lengkap,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Ahad (20/1).

Ketika ia mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Jannah mulai secara intensif mendalami apa yang diketahuinya. Ia baca setiap hari informasi tentang Islam. Ia begitu menikmati hal tersebut. Setelah merasa berani, Jannah mengunjungi masjid. Memang, ia tidak langsung ke sana melainkan berkomunikasi terlebih dahulu via surat elektronik.

Selang beberapa lama, pihak masjid memberikan balasan. Jannah pun untuk kali pertama mengunjungi masjid. Sebelum itu, ia bertemu dengan seorang Muslimah yang lebih dulu mengajaknya memasuki toko. Di toko itu, ia diperlihatkan bagaimana mengenakan jilbab.

“Aku merasa nyaman dengan apa yang kulihat. Ini membuatku tak ragu untuk memeluk Islam. Setiap pertanyaanku telah terjawab,” kenang dia.

Setibanya di Masjid, Jannah mengucapkan dua kalimat syahadat. Sebelum itu, oleh pembimbingnya, ia ditanyakan apakah akan memperbolehkan orang lain menyaksikan ini. Lalu Jannah mengiayakan hal tersebut. “Aku disambut oleh mereka. Begitu hangat, nyaman, dan aku terisak, Alhamdulillah,” kata dia.

Berubah
Kini, Jannah telah menjadi Muslim. Semenjak itu, ia merasa mengalami banyak perubahan. Ia begitu menikmati setiap prosesnya. “Aku selalu memulainya dengan membaca. Aku baca buku, berkenalan dengan saudara seiman,” kata dia.

Empat bulan kemudian, Jannah memutuskan untuk mengenakan hijab. Ia memang butuh waktu untuk itu. Menurut dia, setiap hal yang diputuskan perlu pertimbangan matang. Dengan begitu tidak ada penyesalan di masa depan.

“Aku selalu demikian. Alhamdulillah, ini mempermudahku,”
kenang dia.

Setelah mempelajari banyak hal, sudah saatnya Jannah melakukan kewajibannya sebagai Muslim, yakni dakwah. Ia sendiri sedari awal berkeinginan besar untuk menyebarkan pesan Islam kepada siapapun.

“Ya, aku tahu,terlalu banyak perbedaan antara Muslim dan non-Muslim. Aku tidak tahu, tapi aku mencobanya pelan-pelan. Yang terpenting dari itu semua aku harus memperkuat iman-ku dengan cara melaksanakan shalat, baca Al-Quran dan belajar bahasa Arab,” kata dia.

Benar saja, semenjak niat itu diutarakan, Jannah begitu serius menyiapkan diri. Memang, hal tersulit yang dia alami adalah belajar bahasa Arab. “Alhamdulillah, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempermudah jalanku,” kata dia.