Tariq Preston, Menjadi Muslim Karena Namanya

Tariq Preston muslimkisahmuallaf.com – Dilahirkan dengan nama Tariq Preston, membuatnya berpikir ada keanehan dengan namanya itu.

Jarang sekali, keluarga Afro-Amerika di AS memberi nama anak-anak mereka seperti dirinya. Kejanggalan itu berunjung pada perkenalan dirinya dengan Islam.

Sepanjang hidupnya, ia selalu bertanya kepada temannya atau siapa pun yang bernama Tariq. Kebanyakan dari mereka bertanya kembali. Hal itulah yang membuatnya sempat berputus asa.

“Saya sering berkata pada mereka, Tariq artinya bintang dengan cahaya yang terang. Kadang saya menambahkan kisah Tariq bin Ziyad, pejuang Muslim yang menaklukkan Spanyol pada tahun 711,” kenangnya.

Namun, itu hanya jawaban Tariq ala kadarnya ketika seseorang bertanya tentang namanya itu. Memasuki jenjang kuliah, ia memutuskan untuk menjadi dokter. Ia tahu bahwa ada tanggung jawab penting sehingga ia membutuhkan panduan untuk menjadi pedoman hidupnya.

Tahun pertama kuliah, ia mencoba membaca Alkitab. Tapi ia menemukan bahwa sebagian besar isi Alkitab tidak masuk akal. Diluar pencariannya, ia bersama teman sekelasnya menegaskan kembali soal masalah penciptaan.

Banyak ilmuwan menilai penciptaan bumi itu akibat kecelakaan. Namun, keduanya berpendapat ada maksud dalam penciptaan itu. “Selama musim semi, saya sering diskusi teologis dengan nenek saya,” kata Tariq.

Dalam diskusi itu, neneknya menyatakan dirinya tidak menyembah Yesus tetapi Allah. Ia sempat terkejut dengan pemaparan neneknya. Neneknya itu bahkan memintanya agar berdoa tidak menyebut nama Yesus. Sejak itulah, Tariq tidak lagi menyebut nama Yesus setiap kali ia berdoa.

Kembali ke kampus, ia terus mempraktikkan apa yang disarankan neneknya. Satu malam, ia merasa aneh ketika berdoa sembari berbaring di tempat tidur. Justru ia merasa nyaman ketika berdoa sembari berlutut di samping tempat tidurnya.

Suatu hari, ketika Tariq berjalan menuju kampus, ia berdoa kepada Tuhan agar membimbingnya guna menemukan kebenaran.

Mendekati kampus, ada temannya yang baru memeluk Islam memberikan salam padanya. “Assalamualaikum, ya Tariq.” Temannya itu mengira Tariq adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah pertemuan itu, Tariq kembali bertemu dengannya ketika tengah menghadiri diskusi. Pada diskusi itu, ia selalu memperingatkan Tariq dan teman-temannya agar tidak lagi menyembah Yesus, putra Maria.

“Perkataan itu mengingatkanku pada perkataan nenekku. Tapi saya tidak tahu banyak tentang Islam,” ujar Tariq.

Tak lama, Tariq memilih untuk bekerja guna mengisi liburan musim panas. Saat bekerja, ia bertemu dengan Muslim yang bernama Ahmed. Ia seorang keturunan hispanik. Kembali, Tariq dikira seorang Muslim. Ahmed mulai berbicara kepada Tariq soal konsep Ketuhanan. “Jujur, saya terkesan dengan konsep monoteisme Islam,” ungkap Tariq.

Kemudian, Tariq diajak ke rumahnya. Olehnya, Tariq ditunjukkan Alquran terjemahan Inggris. Ia persilakan Tariq membawanya pulang untuk dibaca. Namun, Tariq diperingatkan agar tidak membaca sembarangan, dan berjanji menjaga kesucian Alquran.

Dua pekan kemudian, Tariq mengundang Ahmed ke rumahnya. Keduanya terlibat perbincangan serius tentag Islam dan Muslim. “Saya katakan padanya, Alquran adalah kebenaran, dan saya ingin menjadi Muslim,” kata Tariq.

Keesokan hari, mereka pergi ke Islamic Center di Washington DC. Tempat di mana Tariq bersyahadat. Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Allah SWT memberi kesempatan padanya untuk belajar Islam di Universitas Islam Madinah.

Ia menguasai ilmu bahasa Arab dan hadis. “Allah SWT benar-benar menyayangiku dengan nikmat iman dan Islam,” pungkasnya.

Comments

  1. subhannalloh

  2. some peaple said what is a name, but I believe our parent give us a name because there is a goal / hope someday their son/daugther become as good as the name like you Tariq.

  3. ijin share…

  4. Tegar Wibowo says:

    it's so amazing :)

  5. Allahuakbar 3x

  6. Allahuakbar 3x

  7. subhanallah maha besar allahh…..

  8. Subhanallah yang telah memberi hidayah kepada hambanya.

  9. Subhanallah Walhamdulillah Allahuakbar.

Speak Your Mind

*